advertisement

Jumaat, 18 November 2016

Islamic State (IS) Rilis Video Baru Pertempuran Mosul


NINAWA, IRAK (voa-islam.com) - Sebuah video propaganda baru yang dikeluarkan oleh Islamic State [IS] telah mengungkapkan rekaman tempur dalam pertempuran yang sedang berlangsung untuk Mosul, termasuk beberapa serangan bom mobil jibaku dan serangan lainnya terhadap pasukan Syi'ah Irak.

Video tersebut, diberi judul "Janji Allah", dirilis hari Senin (14/11/2016) oleh kantor media Wilayat Ninawa.

Menurut kantor berita The New Arab, ini adalah video yang terpanjang yang dikeluarkan oleh IS sejak pasukan Syi'ah Irak mulai serangan untuk merebut kembali kota tersebut dari kontrol mereka.

Berdurasi selama hampir setengah jam, rekaman itu termasuk beberapa potongan dambar lewat drone dari serangan bom mobil jibaku, tembakan darat rudal anti-tank menembaki kendaraan lapis baja pasukan Syi'ah Irak dan adegan pertempuran jalanan-ke jalan di Mosul.

"Perang kami melawan orang kafir adalah perang panjang yang telah menguras mereka, hanya menyisakan beberapa yang tersisa. Mereka berada di ambang keruntuhan besar yang akan mematahkan kehendak mereka," kata narator video tersebut.

Ia juga mengatakan bahwa 2.200 tentara Irak dan Kurdi tewas sejauh ini selama ofensif Mosul dan peralatan bernilai $ 420.000.000 telah hancur.

"Sembilan kendaraan lapis baja, 18 buldoser, 168 Humvee, 15 tank Abrams, 33 BMP, empat T-90 ini, sembilan drone Predator dan dua kendaraan lapis baja MRAP telah hancur," video itu juga mengatakan.
    
Dalam potongan video tersebut tampak juga pejuang IS yang tengah menendang dan menginjak mayat tentara Syi'ah Irak.

Selama sepekan terakhir, militer Syi'ah Irak telah bergerak sangat perlahan menuju pusat kota Mosul, berusaha untuk menghindari korban di kalangan tentara mereka ketika para pelaku bom jibaku di kendaraan lapis baja mengincarar mereka dari tempat persembunyian di daerah padat penduduk.

"Satu-satunya senjata yang mereka telah tinggalkan adalah bom mobil dan bahan peledak," kata komandan pasukan khusus Syi'ah Irak Mayor Jenderal Sami al-Aridi saat ia berbicara lewat radio dengan komandan di lapangan. "Ada begitu banyak mobil sipil dan salah satu dari mereka bisa menjadi bom," klaimnya.

Pasukan Syi'ah sedang membangun tanggul-tanggul pertahanan dan memblok jalan untuk mencegah bom mobil IS menghantam garis depan mereka. Sejak pekan lalu kemajuan ke Mosul berjalan lambat, mereka telah berjuang untuk menahan wilayah itu agar tidak direbut kembali di bawah serangan balik berat IS. (st/TNA)

Khamis, 27 Oktober 2016

Pejuang Islamic State (IS) Ancam Segera Serang Ibukota Damaskus



DAMASKUS, SURIAH (voa-islam.com) - Islamic State (IS) pada hari Ahad (23/10/2016) mengancam  bahwa para pejuangnya akan segera menyerang ibukota Suriah Damaskus.

"Para pejuang kekhalifahan sedang mempersiapkan untuk memasuki jantung al-Sham [Damaskus]," kata mereka dalam sebuah pernyataan.

IS bersumpah untuk menghantam baik rezim Suriah maupun oposisi bersenjata di ibukota Suriah.

IS telah menguasai wilayah utama di pinggiran selatan Damaskus selama lebih dari satu tahun.

Lingkungan al-Hajar al-Aswad dianggap sebagai pangkalan utama IS di Damaskus selatan. Mereka juga telah menangkap distrik terdekat dari Yarmouk dan Tadamun setelah bentrokan dengan kelompok pejuang oposisi Suriah dan bekas afiliasi Al-Qaidah Jabhat Fateh al-Sham.

"Waktunya telah tiba bagi para pejuang Khilafah untuk mengambil al-Sham [Damaskus] dari orang-orang kafir dan tentara bayaran mereka," kata IS, bersumpah untuk menerapkan aturan Syariah di ibukota Suriah tersebut. (an/ARA)

Khamis, 13 Oktober 2016

Jihadis Asing Islamic State (IS) Rata-Rata Berpendidikan Lebih Tinggi


RAQQAH (Manjanik.net) – Sebuah studi menunjukkan bahwa orang-orang dan para jihadis asing yang bergabung dengan Daulah Islam/Islamic State (IS) rata-rata berpendidikan lebih tinggi dari tingkat pendidikan rata-rata di negara mereka.

Studi yang dilakukan oleh Bank Dunia itu menunjukkan hasil yang berbeda dengan yang selama ini diyakini bahwa bukan kemiskinan yang mendorong mereka tertarik untuk bergabung dengan Islamic State (IS) yang oleh PBB dan berbagai negara-negara barat dan teluk sekutu Amerika dinyatakan sebagai organisasi teroris.

Selain itu, mereka di ditawari menjadi pelaku bom syahid adalah orang-orang yang rata-rata dalam peringkat lebih terdidik. Studi itu seperti yang dikutip AFP berjudul “Economic and Social Inclusion to Prevent Violent Extremism” (Sosial Ekonomi Inklusi untuk Mencegah Kekerasan Ekstremisme).

Penelitian itu bertujuan untuk mengidentifikasi ciri-ciri sosio-ekonomi yang mungkin bisa menjelaskan mengapa beberapa orang tertarik pada Islamic State (IS) yang berbasis Suriah dan Iraq itu. Hasilnya memberi penjelasan bahwa kemiskinan dan keterbelakangan bukan akar dukungan untuk Islamic State (IS).

Hampir tanpa kecuali, para jihadis asing yang bergabung dengan Islamic State (IS) di Suriah dan Iraq pernah beberapa tahun mengikuti pendidikan selain di negara asal mereka, apakah di Eropa, Afrika atau di tempat lain di Timur Tengah. Pendidikan mereka lebih tinggi  dari rata-rata warga negaranya.
Data itu menunjukkan dengan jelas, kata laporan itu, bahwa “kemiskinan bukan yang mengendalikan radikalisasi menjadi kekerasan ekstremisme.”

Dari 331 orang yang direkrut dan bergabung dengan Islamic State (IS) sebagaimana dijelaskan dalam database Islamic State (IS) yang bocor, hanya 17 persen tidak menyelesaikan pendidikan tinggi. Sementara seperempat dari mereka mempunyai pendidikan di tingkat universitas.

Hanya mereka dari Eropa Timur yang berada di bawah rata-rata, dan itupun hanya sedikit saja, menurut penelitian ini.

“Mereka yang direkrut dari negara lain (jihadis asing) dari Timur Tengah, Afrika Utara dan Asia Selatan dan Asia Timur secara signifikan lebih berpendidikan ketimbang yang tipikal di wilayah mereka,” kata laporan Bank Dunia itu. [AP/shc]

Jumaat, 9 September 2016

Laporan: Islamic State (IS) Tunjuk Eks Komandan Pasukan Khusus Tajikistan Gantikan Abu Omar Shishani


RAQQA, SURIAH (voa-islam.com) - Kepemimpinan Islamic State (IS) telah menunjuk mantan komandan pasukan khusus di Kementerian Dalam Negeri Tajikistan sebagai pemimpin militer mereka yang baru menggantikan komandan sebelumnya, Abu Omar Shishani, yang telah gugur pada bulan Juli lalu dalam serangan udara koalisi pimpinan AS di Irak, kantor berita Orient News melaporkan hari Senin (5/9/2016).

Pengangkatannya untuk menggantikan Abu Omar Shishani telah diumumkan oleh situs yang berafiliasi dengan IS, tulis Orient.

Gollmorad Khalimov, 41, yang baru beberapa waktu lalu kepalanya dihargai 3 juta USD oleh AS, adalah mantan kolonel polisi unit operasi khusus kementerian dalam negeri Tajikistan dan penembak jitu terlatih. Khalimov membelot dan menyatakan kesetiaannya kepada IS tahun lalu.

Menurut pejabat AS, antara tahun 2003 dan 2014 Khalimov menghadiri lima program pelatihan di Amerika Serikat dan Tajikistan yang dibiayai oleh program anti-terorisme Departemen Luar Negeri AS.

Pada bulan Mei 2015, ia muncul dalam sebuah video yang didistribusikan secara online, berjenggot dan bersurban hitam, menyandang senapan sniper dan bersumpah untuk membawa "jihad" ke Rusia, Tajikistan dan Amerika Serikat. (st/Orient,voi)

Selasa, 23 Ogos 2016

IS Rilis Video Terbaru Berjudul “Bela Daulah Kalian”


AL-KHAIR (Manjanik.net) – Daulah Islam/Islamic State (IS) kembali merilis video terbaru pada bulan Dzulqo’dah 1437 H/Agustus 2016 ini. Dalam video baru tersebut berjudul “Bela Daulah Kalian”. (Link video; http://alfatihinmedia.tumblr.com/post/149340178888/al-khayr-bela-daulah-kalian)

Dalam video itu, pasukan Daulah Islam (IS) memperlihatkan serangan-serangan udara yang dilakukan oleh koalisi salibis Rusia, Suriah, dan koalisi salibis Amerika Serikat (AS) seraya juga memuji sejumlah serangan berani mati yang dilakukan oleh Aaron driver.

Aaron Driver yang berumur 24 tahun adalah seorang pendukung Daulah Islam (IS) di Kanada, yang kemudian meninggal dalam konfrontasi dengan polisi awal bulan Agustus 2016 ini di Strathroy, Ontario. Sebelum kematiannya, ia merilis sebuah video kesetiaan kepada IS.

Aaron meninggal saat merencanakan sebuah serangan langsung dengan menggunakan bom rakitan. Dia meninggal dalam pertikaian dengan polisi setelah meledakkan bom di taksi pada jam sibuk. Menurut CBC News, “RCMP mengatakan Aaron meninggal dalam perkelahian dengan polisi tapi tidak jelas apakah kematiannya adalah akibat dari tembakan polisi atau akibat dari ledakan.”

BBC News melaporkan bahwa Aaron memiliki alat peledak buatan sendiri pada dirinya pada saat itu. Polisi mengatakan sasarannya adalah “pusat kota,” tapi tidak menentukan dengan jelas lokasi sasaran yang sebenarnya.

Video ini juga mengulas serangan yang dilakukan pejuang IS pada Hari Bastille di Nice, Perancis pada tanggal 14 Juli 2016 yang dilakukan oleh Mohamed Lahouaiej Bouhlel. Polisi mengidentifikasi Bouhlel sebagai orang yang bertanggung jawab menewaskan lebih dari 84 orang dimana dia menabrak mereka dengan truk dan menembaki mereka pada perayaan Hari Bastille.

Video terbaru Daulah Islam (IS) ini datang dari “Wilayah Al-Khair,” sebuah wilayah yang diduduki IS di Suriah timur. Muncul setelah gambar dari Omran Daqneesh 5 tahun yang menjadi berita internasional. Foto bocah ini telah menjadi ikon gambar perang.

The New York Times mengatakan gambar mengejutkan dari anak kecil, yang menatap kamera sambil duduk di kursi, telah menjadi “simbol penderitaan Aleppo.” NBC menyebut dia “anak di ambulans” dan mengatakan ia menangkap “horor” di Suriah. [SS]

Selasa, 9 Ogos 2016

Pemimpin Boko Haram Abu Bakar Shekau Bersumpah untuk Terus Berjuang


Eks Pemimpin Boko Haram Abu Bakar Shekau Bersumpah untuk Terus Berjuang

BORNO, NIGERIA (voa-islam.com) - Pemimpin Boko Haram yang sebelumnya dilaporkan telah diganti, Abubakar Shekau telah muncul dalam video baru dimana dia bersumpah untuk terus berjuang.

"Saya ... Abubakar Ash-Shakawy (Shekau), pemimpin Jama'atu Ahlissunnah Lidda'awati Wal Jihad melakukan kewajiban untuk diri sendiri (untuk memerangi) Nigeria dan seluruh dunia," kata Shekau dalam video yang dirilis pada hari Ahad (8/8/2016), menggunakan nama kelompok itu ketika menyatakan sumpah setia kepada Islamic State (IS).

Pekan lalu, Shekau mengatakan dalam sebuah pesan audio dia masih pemimpin kelompok itu meskipun sebelumnya diumumkan dia telah diganti oleh Abu Musab al-Barnawi, mantan juru bicara Boko Haram.

"Kami tidak punya keinginan untuk melawan saudara-saudara Muslim kami," kata Shekau, yang terakhir muncul pada bulan Maret, mengatakan dalam video berdurasi 24 menit.

Shekau mengejek pernyataan bahwa ia sudah meninggal, dan tampak lebih tenang dan energik dibandingkan penampilan sebelumnya.

"Saya hidup dengan izin Allah," katanya dalam pidato dalam bahasa Arab dan Hausa, menambahkan bahwa ia hanya akan mati ketika waktunya datang.

Dalam video tersebut dia memegang senapan mesin, berdiri di antara dua pejuang bertopeng dipersenjatai dengan granat berpeluncur roket.

Ia mengolok-olok pemerintahan Presiden Muhammadu Buhari dan mengutuk negara-negara Barat termasuk Amerika Serikat, Prancis, Jerman dan "tiran dari United Nonsense (PBB)".

Di akhir sambutannya - tampaknya difilmkan di kubu Boko Haram di hutan Sambisa dari timur laut Nigeria - ia menembakkan amunisi ke udara.

Ketidakhadirannya dalam beberapa bulan terakhir telah memicu spekulasi tentang nasibnya dan apakah ia telah digulingkan sebagai kepala Boko Haram.

Shekau menjadi pemimpin setelah pasukan keamanan Nigeria membunuh pemimpin dan pendiri kelompok itu Mohammed Yusuf pada tahun 2009.

advertisement

Google+ Followers

Popular Posts week

Popular Posts

Blog list of options.