advertisement

Sabtu, 10 Januari 2015

Khalifah Ibrahim Masih Belum Mau Menerima Bai’at Kami…….

Wawancara Dengan Supporter Islamic State di Gaza 1

Abu Yusuf untuk Al-Mustaqbal Channel

Jalur Gaza pada 2 Februari 2014, Majelis Syura Mujahidin Baitul Maqdis mengeluarkan sebuah statement mengenai bahwa mereka “berjanji akan menolong ISIS dan memperkuat barisannya”. Sembilan hari setelahnya, sejumlah group Salafi Jihadi lainnya memposting sebuah video, di dalam video tersebut mereka menyatakan dukungannya kepada ISIS, yang sekarang telah menjadi Kekhilafahan Ibrahim.

Salah seorang tokoh senior pendukung Kekhilafahan Ibrahim yang tinggal di Gaza, Abu Al Walid (63 tahun), mengatakan “Khalifah Ibrahim (Abu Bakr Al Baghdadi) masih belum mau menerima bai’at dari individu atau kelompok jihad di Jalur Gaza”. Abu Walid yang juga dianggap sebagai ulama jihadi bagi para pemuda palestina, mengatakan lebih lanjut “Selama kami (para kelompok jihad) di Gaza terpecah belah dan bergerak sendiri-sendiri, Khalifah tidak akan menerima bai’at kami, meskipun kami menginginkannya”
Ia lalu menjelaskan panjang lebar bahwa Khalifah Ibrahim sangat tidak ingin terjadi perselisihan disebabkan perbedaan visi dan misi kelompok-kelompok salafi jihadi di Palestina.


Ia juga menjelaskan, mengapa Ansar Baitul Maqdis di Sinai yang diterima bai’atnya, yakni disebabkan bahwa Ansar Baitul Maqdis telah menyatukan 19 kelompok salafi jihadi dibawah benderanya sebelum melakukan bai’at. Sehingga dengan hal itu, tidak ada satu kelompokpun di Sinai yang tidak mendukung Kekhilafahan Ibrahim ini.

Hal ini berbeda dengan di Jalur Gaza, dimana masih terjadi perbedaan pandangan diantara para Salafi Jihadi di Gaza, perpecahan ini “menodai citra Khilafah” di Gaza, bahkan lebih buruk dari citra Hamas. Perbedaan tersebut ada dikarenakan perselisihan antara Al Qaeda dan Khilafah. Jelas Abu Al Walid.

Meskipun demikian, Abu Walid memastikan telah adanya sebuah kelompok di Gaza yang berafilisiasi dengan Kekhilafahan Ibrahim, “dan kelompok itu bukan hanya terdiri dari satu atau dua orang saja, Hamas dan semua kelompok Salafi Jihadi di Gaza tau hal itu!” tegas Abu Walid.

Sebelumnya, seorang pejabat Hamas, Mousa Abu Marzouk mengatakan dalam sebuah konfrensi pers pada tanggal 8 Desember 2014: “Islamic State (Khilafah) tidak ada di Jalur Gaza. Sejumlah pemuda yang mengadopsi ide (manhaj) tersebut disebabkan tekanan dari situasi saat ini, tetapi jika situasi berubah, pemikiran mereka akan berubah juga”

Abu al-Walid, mengaku sangat dekat dengan mujahidin Kekhilafahan dan berhubungan dengannya melalui Internet, namun ia mengurangi aktivitas tersebut dikarenakan dimata-matai. “Bahkan memiliki ideologi Salafi Jihadi dan membentuk komunitas Salafi saja bisa dipenjara oleh pihak keamanan Gaza (Hamas). Kami kini tidak dapat berkumpul lagi dalam kajian-kajian keilmuan seperti dulu.” kata Abu Walid.
“Lebih dari 100 pemuda Gaza telah hijrah dan bertempur bersama Kekhilafahan, dan sebagian dari mereka adalah murid-murid saya. Salah satu dari mereka menangis di ruangan ini dan mengatakan kepada saya, bahwa saya telah melarangnya pergi ke surga. Sebab saya meminta ia untuk tetap di Palestina memerangi Yahudi daripada bertempur diluar. Melawan Yahudi disini juga jihad” jelas Abu Walid

Abu Walid juga menolak dikaitkan dengan pengeboman yang baru-baru ini terjadi di Jalur Gaza, yakni di Konsulat Perancis dan rumah pejabat Fatah. “Isu tersebut sengaja dihembuskan agar orang-orang tidak suka dengan Kekhilafahan. Kami (Salafi Jihadi) bahkan tidak bisa bebas untuk beribadah dan berkhutbah di mesjid di Jalur Gaza ini, apalagi sampai bisa melakukan pengeboman”

Abu Walid lalu menceritakan tentang, Abu al-Hareth, 26 tahun, yang menjadi ketua dari kelompok studinya, ia adalah pemuda yang telah membantu Noureddine Issa dan Chadi al-Dahoudi, dua orang mujahidin Khilafah asal Gaza yang terbunuh di Suriah pada bulan November lalu. Abu Al Hareth dikenal di pemukiman tempat dia tinggal sebagai pemuda berambut gondrong.

Pada bulan lalu, Abu Al Hareth ditangkap oleh Hamas disebabkan ia dengan berani membagikan statement dengan logo bendera Khilafah di mesjid. Ia memperbanyak sebuah statement yang dan membacanya keras-keras, “Saudara-saudara kalian dari mujahidin Ansar Baitul Maqdis, tidak terkait dengan sejumlah pengemboman yang menargetkan rumah penduduk pada satu hari yang lalu”

Salah seorang pejabat Hamas menjelaskan, bahwa Jama’ah Salafi Jihadi di Gaza memiliki struktur organisasi yang sangat rumit, sehingga sangat sulit ditumpas. “Struktur organisasinya tidaklah seperti partai pada umumnya, setiap Jama’ah Salafi memiliki pemimpin yang disebut Amir, dan setiap Jama’ah saling terpisah / tidak berhubungan”. Ia lalu menambahkan, “Kami tidak akan pernah mengizinkan jama’ah-jama’ah seperti ini, terutama mereka yang telah berbai’at kepada Islamic State (Khilafah), ini akan menyebabkan chaos dan pertikaian.”

Wawancara selesai, Abu Walid kembali duduk di teras rumahnya. Dia dengan sopan mendoakan keselamatan untuk kami (jurnalis). Tidak ada seorangpun yang dapat membayangkan bahwa kakek tua yang lemah ini, adalah orang yang dapat mengatakan “jika saya masih muda, saya akan hijrah dan berjihad…. Menyembelih musuh adalah ajaran Nabi…. Menawan perempuan kafir sebagai budak diperbolehkan dalam Islam……. Kafir Yazidi halal darahnya..”

Sungguh sangat keras terhadap orang kafir.

advertisement

Google+ Followers

Popular Posts week

Popular Posts

Blog list of options.