advertisement

Sabtu, 12 Mac 2016

Berita Tewasnya Omar Al-Shishani Dibantah Keluarga dan IS



wartaperang - Ayah dari komandan senior terkenal dari Negara Islam kelahiran Georgia, Omar al-Shishani (Omar Chechnya) mengatakan bahwa ia tidak memiliki informasi langsung tentang laporan dari kematian anaknya di Suriah setelah serangan udara AS pada tanggal 4 Maret.

 "Tidak ada. Saya tidak tahu apa-apa," kata Temur Batirashvili kepada koresponden Rustavi2 yang mengunjungi kampung al-Shishani, Birkani, di Pankisi Gorge, sekitar 45 menit berkendara di luar ibukota Georgia, Tbilisi. "Aku baru saja keluar dari rumah untuk melihat apakah mungkin seseorang tahu sesuatu terkait informasi ini. Informasi ini akan menjadi sebuah kebohongan."

Batirashvili menambahkan bahwa ia tidak mendengar kabar dari anaknya, yang dengan nama Tarkhan Batirashvili, "dalam waktu yang lama."

Tetangganya, yang menjadi sumber utama informasi di Georgia, juga tidak tahu apa-apa, ia menambahkan dalam sebuah wawancara terpisah dengan PalitraTV pada 9 Maret bila ada teman senegaranya yang menjadi anggota Negara Islam dari Kaukasus dikabarkan tewas, sering orang-orang untuk menyampaikan berita kematian mereka kepada anggota keluarga di rumah.

"Tuhan memberikan (rahmatNya) bahwa dia masih hidup," Batirashvili bergumam, menatap tanah.

Kematian Omar al-Shishani telah dilaporkan beberapa kali, tetapi tidak pernah bisa dikonfirmasi, dan nyatanya berita-berita tersebut selalu berujung tidak terbukti.

Pemerintah Georgia juga tampaknya tidak memiliki informasi tambahan tentang status dari komandan senior Negara Islam ini yang disebut dengan menteri perang. Menteri Pertahanan Georgia Tina Khidasheli pada hari Rabu mengatakan kepada wartawan bahwa ia telah menerima informasi dari Pentagon di pagi hari tentang Batirashvili, namun menekankan kepada wartawan bahwa, untuk saat ini, kematiannya hanya diasumsikan.

"Sejauh ini, informasi yang tepat tidak ada," katanya.

Pengaruh Islam konservatif telah semakin kuat di Pankisi selama beberapa tahun terakhir, dengan para pejabat memperdebatkan cara terbaik untuk mencegah tren dari warga yang banyak direkut menjadi anggota ISIS atau juga dikenal sebagai ISIL (Negara Islam/IS).

http://forticeoffice.com/ .adv - Jumlah pasti warga Pankisi yang telah meninggalkan tempat itu menuju Suriah tidak diketahui, tetapi penduduk setempat pada tahun 2014 menaksir sekitar "50-60 orang" - sebuah angka yang masih digunakan dalam laporan pers Barat hingga saat ini. Warga Muslim dari bagian lain dari Georgia - khususnya, wilayah Laut Hitam dari Achara dan wilayah tenggara Kvemo Kartli, rumah bagi populasi etnis Azeri yang besar - telah bergabung dalam tren ini, menjadi bagian dari Negara Islam. Secara keseluruhan, 13 warga Georgia diperkirakan telah meninggal di Suriah.

Dalam upaya untuk memperkuat identifikasi terhadap penduduk setempat dengan kepentingan Georgia, Khidasheli telah melakukan perjalanan ke Pankisi Gorge, di mana pengangguran sangat tinggi, untuk berbicara dengan laki-laki muda agara bergabung dengan tentara, dan berjanji untuk menggunakan perempuan lokal mengerjakan kerajinan lokal sebagai hadiah resmi negara.

Selain kampanye lewat rekrutmen militer untuk Muslim Georgia, kementerian pertahanan baru juga membuka Islamic house of prayer Georgia militer pertama kali. Sedangkan dua lainnya dalam pengerjaan, RFE / RL melaporkan.

Sementara itu, selama tahun lalu kampanye untuk menangkap orang-orang di Pankisi yang diduga membantu pejuang Negara Islam telah meningkat.

Sepupu Omar al-Shishani, Merab Batirashvili, dijemput Juni lalu, dan hingga kini belum diketahui statusnya bahkan pengadilannya.

Pada tanggal 7 Maret, mantan imam desa Pankisi, Aiyup Borchashvili, diberikan hukuman 14 tahun penjara karena diduga merekrut siswa SMA untuk menjadi angota Negara Islam. Dia telah membantah tuduhan tersebut. Tiga orang lainnya dihukum dengan hukuman penjara satu sampai 11 tahun.

Para pejabat kementerian dalam negeri Georgia sejauh ini menahan diri dari mengomentari secara detail tentang hubungan antara Omar al-Shishani dan kegiatan perekrutan tersebut. Bagi Pentagon tentu saja kematian dari komandan terkenal dari Negara Islam "akan berdampak negatif terhadap kemampuan ISIL untuk merekrut pejuang asing - terutama yang berasal dari Chechnya dan wilayah Kaukausus." Kata juru bicara Peter Cook pada tanggal 8 Maret.

Dari sumber Negara Islam sendiri dikabarkan bila klaim ini tidak lah benar. Dari media-media sosial pendukung Negara Islam dikabarkan bila sang komandan dalam keadaan sehat dan baik-baik saja.

advertisement

Google+ Followers

Popular Posts week

Popular Posts

Blog list of options.